Malang, 20 Oktober 2026 – Pembelajaran sains di SMP Muhammadiyah 4 Malang selalu dikemas secara kontekstual dan menyenangkan. Bertempat di Laboratorium IPA Terpadu, siswa kelas 8 melakukan penelitian mengenai derajat keasaman (pH) menggunakan ekstrak tanaman lokal sebagai indikator asam-basa alami.
Dalam praktikum tersebut, siswa menguji perubahan warna ekstrak kunyit, bunga telang, dan kol ungu saat ditetesi larutan cuka, air sabun, dan jeruk nipis. Kegiatan ini bertujuan melatih keterampilan proses sains, mulai dari merumuskan hipotesis, menimbang bahan secara presisi, hingga menarik kesimpulan ilmiah.
"Belajar IPA menjadi jauh lebih mudah dipahami saat anak-anak melihat reaksi perubahannya secara langsung dengan mata kepala sendiri, bukan sekadar menghafal rumus dari buku teks," terang Guru Pembina Mata Pelajaran IPA.
Hasil praktikum kemudian didokumentasikan dalam bentuk laporan visual digital yang dipresentasikan di depan kelas sebagai latihan mengomunikasikan temuan ilmiah.