Malang, 23 September 2026 – Bunyi sirine darurat tiba-tiba memecah keheningan di lingkungan SMP Muhammadiyah 4 Malang. Bukan karena bencana sebenarnya, melainkan pelaksanaan Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran yang diinisiasi oleh tim PMR Madya dan Pandu Hizbul Wathan (HW) sekolah bekerja sama dengan relawan BPBD Kota Malang.
Para siswa dengan sigap mempraktikkan prosedur Drop, Cover, and Hold On (berlutut, berlindung di bawah meja kokoh, dan berpegangan), kemudian berbaris tertib menutup kepala menuju Titik Kumpul Aman di lapangan terbuka tanpa saling dorong.
"Kesiapsiagaan bencana harus dilatihkan secara berkala hingga menjadi refleks otomatis. Siswa tidak hanya tahu teori, tetapi tenang dan tahu persis ke mana harus menyelamatkan diri jika situasi darurat terjadi," terang Pembina PMR Madya.
Simulasi juga dilengkapi dengan demo pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan penanganan pertolongan pertama pada korban luka ringan.